Pembangunan pelabuhan dan dermaga membutuhkan perencanaan yang sangat teliti, terutama pada bagian tanah yang menjadi penopang struktur. Area pesisir umumnya memiliki kondisi tanah yang bervariasi, bisa berupa pasir laut, tanah urugan, atau sedimen lunak. Jika pondasinya tidak dibangun dengan benar, struktur dermaga dapat mengalami penurunan, retak, atau bahkan gagal menahan beban.
Untuk memastikan tanah benar-benar mampu menahan beban fasilitas pelabuhan, salah satu pengujian yang paling cocok adalah Plate Bearing Testing. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai plate bearing test, peran dan aplikasinya dalam pembangunan pelabuhan dan dermaga.
Apa itu Plate Bearing Testing?
Plate Bearing Testing adalah pengujian tanah di lapangan yang dilakukan dengan menekan sebuah plat baja ke permukaan tanah untuk melihat bagaimana tanah bereaksi terhadap beban. Tekanan diberikan secara bertahap menggunakan alat hidrolik, kemudian penurunan tanah diukur pada setiap tingkat tekanan tersebut.
Dari proses ini, insinyur bisa mengetahui seberapa kuat tanah menahan beban, seberapa besar penurunan yang mungkin terjadi, dan seberapa kaku atau lentur tanah di lokasi pembangunan. Data ini sangat penting untuk memastikan desain pondasi pelabuhan dan dermaga benar-benar aman dan sesuai dengan kondisi tanah yang sebenarnya.
Mengapa Plate Bearing Testing Penting untuk Pelabuhan dan Dermaga?
Plate Bearing Testing membantu memastikan bahwa tanah di area pelabuhan benar-benar mampu menahan beban berat yang bekerja pada struktur dermaga. Berikut adalah beberapa alasannya:

1. Menyediakan data nyata dari kondisi lapangan
Dibandingkan hanya mengandalkan hasil laboratorium, Plate Bearing Testing memberikan gambaran langsung tentang kondisi tanah di lokasi pembangunan. Ini sangat penting untuk daerah pesisir yang sering tidak stabil dan memiliki lapisan tanah yang berbeda-beda.
2. Memperkirakan penurunan tanah di bawah beban berat
Di pelabuhan, beban yang bekerja sangat besar, misalnya dari crane kontainer, kendaraan berat, maupun peralatan bongkar muat. Dengan uji beban plat, penurunan tanah di bawah beban tersebut bisa diprediksi lebih akurat sehingga desain pondasi lebih aman.
3. Menentukan kebutuhan perbaikan tanah
Jika hasil uji menunjukkan bahwa tanah tidak cukup kuat, maka perlu dilakukan perbaikan seperti pemadatan ulang, penambahan geotekstil, atau penggunaan tiang pancang. Dengan begitu, keputusan yang diambil menjadi lebih tepat dan efisien.
4. Kontrol kualitas untuk proyek reklamasi
Banyak pelabuhan dibangun melalui proses reklamasi. Plate Bearing Testing digunakan untuk memastikan tanah urugan benar-benar padat dan siap menahan struktur berat.
Parameter yang Dihasilkan Plate Bearing Test
Bagian ini menjelaskan data utama yang diperoleh dari Plate Bearing Testing dan bagaimana data tersebut membantu proses perencanaan pondasi pelabuhan dan dermaga.
Daya dukung tanah
Daya dukung tanah menunjukkan seberapa besar tekanan yang dapat ditahan oleh tanah sebelum mengalami kerusakan. Parameter ini membantu menentukan apakah tanah tersebut cukup kuat untuk menopang struktur pelabuhan yang menerima beban berat secara terus-menerus.
Modulus k (kekakuan tanah)
Modulus k menggambarkan tingkat kekakuan tanah terhadap beban yang diberikan, yang berguna untuk menghitung ketebalan lantai kerja, slab beton apron, dan struktur lainnya. Nilai ini juga membantu melihat apakah tanah mudah berubah bentuk saat menerima tekanan besar.
Kurva tekanan–penurunan
Kurva ini menunjukkan bagaimana tanah bereaksi terhadap setiap tingkat beban, apakah tanah bersifat kaku, lunak, atau mudah mengalami penurunan. Dari kurva ini, perencana dapat lebih mudah memprediksi perilaku tanah saat digunakan sebagai dasar pondasi.
Aplikasi dan penggunaan plate bearing test
PBerikut ini adalah aplikasi serta penggunaan metode plate bearing test untuk pembangunan pelabuhan dan dermaga:

- Desain apron dermaga untuk crane kontainer
Area tempat crane bekerja menahan tekanan yang sangat besar dan terpusat pada satu titik. Plate Bearing Test membantu menentukan apakah tanah atau permukaan yang sudah diisi dapat menahan beban tersebut atau perlu diperbaiki. - Verifikasi tumpuan struktur breasting dan dolphin
Struktur yang digunakan untuk menahan dan mengikat kapal seperti breasting dolphin dan mooring dolphin menerima beban dari arah samping maupun beban ke bawah. Uji beban plat membantu memastikan tanah di sekitar tumpuan tersebut memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan gaya dari kapal. - Pengendalian kualitas pada proyek reklamasi
memastikan tanah urugan sudah dipadatkan dengan benar. Hasil uji ini juga membantu memprediksi penurunan tanah jangka pendek sehingga perencana bisa menentukan apakah lahan tersebut sudah aman untuk dibangun lebih lanjut. - Penilaian untuk penambahan beban masa pakai
Ketika pelabuhan ingin menambah kapasitas operasional misalnya memasang crane baru atau memperluas terminal Plate Bearing Test dipakai untuk mengecek apakah struktur yang sudah ada masih mampu menerima beban tambahan.
Batasan Plate Bearing Test
Plate Bearing Test memang sangat membantu, tetapi tetap memiliki beberapa batasan yang perlu diperhatikan. Berikut adalah hal yang harus diperhatikan sebelum memulai pengujian:
1. Jangkauan pengujian yang terbatas
Hasil uji hanya menggambarkan kondisi tanah tepat di bawah plat, sehingga tidak selalu mewakili perilaku tanah pada area yang lebih luas atau struktur yang ukurannya jauh lebih besar. Oleh karena itu, hasil pengujian perlu dianalisis dengan hati-hati terutama untuk beban yang sangat terpusat di satu titik.
2. Pengaruh kondisi air tanah dan perubahan tanah dalam jangka panjang
Plate Bearing Test biasanya memberikan gambaran jangka pendek. Pada tanah lempung atau tanah yang membutuhkan waktu lama untuk memadat secara alami, hasil uji bisa berbeda dalam jangka panjang. Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan pengujian tambahan atau pengamatan lanjutan untuk memastikan hasil lebih akurat.
3. Kesalahan saat melakukan pengujian
Kesalahan umum seperti plat yang tidak dipasang rata, alat penahan beban yang kurang kuat, atau pengukuran yang tidak teliti dapat membuat hasil uji menjadi tidak akurat.
Kesimpulan
Plate Bearing Testing adalah metode penting untuk memastikan tanah di area pelabuhan dan dermaga memiliki kekuatan yang cukup sebelum menerima beban berat. Dengan data lapangan yang lebih akurat, perencana dapat menentukan jenis pondasi yang tepat, mencegah kerusakan struktur, dan memastikan keamanan operasional pelabuhan dalam jangka panjang.
Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penawaran jasa Plate Bearing Test terbaik dan berkualitas tinggi.

