Pada proyek infrastruktur modern seperti jembatan, dermaga, dinding penahan tanah, atau bangunan bertingkat, pondasi tidak hanya menahan beban dari atas, tetapi juga harus kuat menghadapi gaya dari samping. Maka dari itu dibutuhkan lah metode lateral load test untuk menguji dan mengetahui bagaimana pondasi tiang bereaksi terhadap beban samping.
Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai salah satu metode static load test, yaitu lateral load test. Kita akan membahas mulai dari definisinya, alat yang digunakan dalam pengujian, cara kerja, serta hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memulai pengujian.
Apa Itu Lateral Load Test?
Lateral load test adalah pengujian yang dilakukan langsung di lapangan dengan cara memberikan beban dari arah samping pada kepala tiang pondasi, baik pada satu tiang maupun beberapa tiang sekaligus. Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui seberapa besar kemampuan tiang menahan gaya samping, seberapa kaku tiang tersebut, serta bagaimana bentuk pergeseran atau perubahan posisi tiang saat menerima beban.
Melalui pengujian ini, diperoleh data nyata mengenai hubungan antara besarnya beban samping dan pergeseran tiang. Data tersebut kemudian digunakan untuk memastikan bahwa desain pondasi yang direncanakan sudah sesuai dengan kondisi di lapangan, serta untuk memahami bagaimana tanah di sekitar tiang ikut menahan gaya samping tersebut.
Alat yang Dibutuhkan untuk Lateral Load Test
Untuk melaksanakan lateral load test, diperlukan beberapa peralatan utama agar pengujian dapat berjalan dengan aman dan hasilnya akurat. Berikut adalah alat-alat yang umum digunakan:

- Kerangka reaksi (reaction frame) atau kentledge: Kerangka reaksi (kentledge) berfungsi sebagai penahan ketika tiang didorong menggunakan alat hidrolik. Kerangka reaksi biasanya berupa rangka baja yang diikat ke tiang reaksi, sedangkan kentledge berupa tumpukan balok beton atau baja yang berfungsi sebagai pemberat.
- Hydraulic jack: Hydraulic jack adalah alat hidrolik yang digunakan untuk memberikan gaya dorong ke arah samping pada kepala tiang.
- Load cell: Load cell merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui besarnya beban yang diberikan oleh hydraulic jack. Alat ini memastikan bahwa beban yang diterapkan sesuai dengan nilai yang direncanakan.
- Alat ukur perpindahan (displacement gauges): Alat ini berfungsi untuk mengukur pergeseran atau lendutan tiang akibat beban samping. Umumnya menggunakan dial gauge atau LVDT yang dipasang pada kepala tiang dan titik lain yang stabil sebagai pembanding.
- Peralatan penunjang dan keselamatan: Selain peralatan utama, diperlukan juga peralatan pendukung seperti rangka penahan sementara, alat bantu pengukuran, serta perlengkapan keselamatan kerja.
Cara Kerja Lateral Load Test
Secara umum, pengujian lateral load test dilakukan melalui beberapa tahap yang telah diatur dalam standar pengujian yang berlaku. Berikut adalah cara kerja lengkapnya:
- Persiapan dan pemasangan
Langkah pertama adalah menyiapkan area pengujian. Kerangka reaksi atau pemberat dipasang dengan posisi yang tepat agar gaya dorong dari alat hidrolik dapat disalurkan secara efektif ke tiang yang diuji. Selanjutnya, load cell dipasang untuk mengukur besarnya beban, sedangkan alat ukur perpindahan dipasang pada kepala tiang dan beberapa titik yang stabil di sekitarnya. - Pemberian beban secara bertahap
Beban samping diberikan secara perlahan dan bertahap, dimulai dari beban kecil lalu dinaikkan sedikit demi sedikit hingga mencapai beban yang telah ditentukan. Pada setiap tahap, beban ditahan selama waktu tertentu agar pergerakan awal tiang dapat diamati dan dicatat dengan baik. - Pencatatan dan pemantauan
Selama pengujian berlangsung, besarnya beban dari load cell dan pergeseran tiang dari alat ukur dicatat secara teliti. Selain itu, amati juga kondisi sekitar, seperti perubahan pada permukaan tanah atau munculnya retakan. Jika diperlukan, pengujian dapat diulang pada tingkat beban tertentu untuk memastikan hasil yang lebih akurat. - Penurunan beban dan pemeriksaan akhir
Setelah beban maksimum tercapai, beban diturunkan secara perlahan hingga kembali ke nol. Pada tahap ini, dicatat apakah tiang kembali ke posisi semula atau masih mengalami pergeseran. Data ini digunakan untuk mengetahui apakah terjadi perubahan bentuk permanen pada tiang.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Pengujian
Ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum memulai pengujian lateral load test. Tujuannya untuk menghasilkan data yang tepat dan juga akurat. Diantaranya adalah:
a. Mengikuti standar dan aturan yang berlaku
Pengujian harus dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, baik standar internasional maupun standar nasional yang berlaku di Indonesia. Tujuannya adalah agar metode pengujian, tingkat keselamatan, dan hasil yang diperoleh sesuai dengan ketentuan proyek.
b. Menentukan sistem penahan yang tepat
Sebelum pengujian dimulai, perlu dipastikan apakah lokasi pengujian memungkinkan penggunaan pemberat berupa tumpukan beban, atau harus menggunakan rangka penahan dan tiang reaksi. Pemilihan sistem penahan ini sangat dipengaruhi oleh luas area kerja, besar beban yang dibutuhkan, serta kondisi di sekitar lokasi.
c. Memahami kondisi tanah dan susunan tiang
Hasil pengujian pada satu tiang belum tentu langsung mewakili kondisi jika pondasi menggunakan banyak tiang. Hal ini karena setiap tiang bisa saling mempengaruhi melalui tanah di sekitarnya. Oleh sebab itu, pada proyek dengan kelompok tiang, perlu dipertimbangkan pengujian tambahan atau penyesuaian perhitungan agar hasilnya lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
d. Mempertimbangkan kondisi penggunaan jangka panjang
Pengujian lateral load test memberikan gambaran perilaku tiang dalam waktu singkat. Namun, dalam kenyataannya, pondasi akan menerima beban dalam jangka waktu lama. Selain itu, pada daerah rawan gempa atau lokasi dengan beban berulang, diperlukan analisis tambahan. Perubahan kondisi tanah, seperti naik-turunnya air tanah atau pemadatan alami seiring waktu, juga perlu diperhitungkan karena dapat mempengaruhi kekuatan pondasi.
e. Keselamatan kerja dan kelengkapan data
Keselamatan selama pengujian harus menjadi prioritas utama. Area kerja perlu diatur dengan baik, peralatan harus digunakan sesuai prosedur, dan hanya petugas terkait yang diperbolehkan berada di lokasi pengujian.
Kesimpulan
Lateral load test merupakan metode pengujian yang sangat penting dalam memastikan kekuatan pondasi terhadap beban horizontal. Pengujian ini membantu perencana dan pelaksana proyek memahami bagaimana perilaku tiang pondasi ketika menerima gaya samping akibat angin, gempa, tekanan tanah, atau gaya lingkungan lainnya.
Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penawaran jasa static load test dan jasa lateral load test terbaik dan berkualitas tinggi.

