Dalam kegiatan pengujian material di laboratorium, keakuratan hasil analisis ukuran butir menjadi faktor penting yang menentukan kualitas data dan ketepatan pengambilan keputusan teknis. Sieve shaker berperan sebagai alat utama dalam proses pemisahan partikel berdasarkan ukuran, sehingga kinerjanya harus selalu berada dalam kondisi optimal. Untuk memastikan alat bekerja sesuai spesifikasi dan standar pengujian yang berlaku, diperlukan proses verifikasi kinerja melalui Kalibrasi Sieve Shaker.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai peran sieve shaker dalam pengujian material di laboratorium serta pentingnya memastikan kinerjanya melalui proses kalibrasi yang sesuai standar. Pembahasan juga akan mencakup alasan kalibrasi sangat diperlukan, parameter yang diperiksa, prosedur pelaksanaannya di laboratorium, serta waktu yang tepat untuk melakukan kalibrasi.

Apa Itu Sieve Shaker dan Fungsinya dalam Pengujian Material?

Sieve shaker adalah alat bantu yang digunakan untuk mengayak material menggunakan beberapa saringan dengan ukuran lubang yang berbeda-beda. Alat ini bekerja dengan menghasilkan getaran sehingga butiran material dapat bergerak dan terpisah sesuai dengan ukurannya masing-masing.

Di laboratorium, sieve shaker banyak digunakan untuk menguji berbagai jenis material, antara lain:

  • agregat untuk beton dan aspal,
  • tanah dan material geoteknik,
  • serbuk logam dan mineral,
  • bahan baku industri farmasi dan kimia,
  • material pangan berbentuk bubuk atau granular.

Fungsi utama sieve shaker adalah membantu proses analisis ayakan, yaitu pengujian untuk mengetahui sebaran ukuran butiran suatu material. Dari hasil ini, laboratorium dapat mengetahui persentase material yang tertahan dan yang lolos pada setiap ukuran saringan.

Mengapa Kalibrasi Sieve Shaker Sangat Penting?

Kalibrasi sieve shaker bertujuan untuk memastikan bahwa alat bekerja sesuai dengan kondisi yang seharusnya dan masih berada dalam batas aman. Tanpa kalibrasi, sieve shaker mungkin tetap terlihat normal saat digunakan, tetapi sebenarnya sudah mengalami perubahan kinerja.

Beberapa alasan utama mengapa kalibrasi sieve shaker sangat penting antara lain:

a. Menjamin akurasi distribusi ukuran partikel

Jika getaran yang dihasilkan alat tidak sesuai, butiran material bisa tidak terpisah dengan baik. Akibatnya, sebagian butiran dapat tertahan di saringan yang salah atau justru lolos ke saringan berikutnya. Kondisi ini membuat hasil sebaran ukuran butiran menjadi tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

b. Menjaga konsistensi hasil pengujian

Dalam kegiatan laboratorium, hasil pengujian yang baik harus dapat diulang dan tidak berubah jauh jika pengujian dilakukan dengan kondisi yang sama. Kalibrasi sieve shaker membantu memastikan bahwa kinerja alat tetap stabil, sehingga hasil pengujian dari waktu ke waktu tidak mengalami perbedaan yang terlalu jauh.

c. Mendukung persyaratan standar dan akreditasi laboratorium

Laboratorium yang menerapkan standar mutu, seperti ISO/IEC 17025, diwajibkan menggunakan peralatan yang dikalibrasi secara berkala. Hal ini penting agar hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diakui oleh pihak eksternal. Dalam konteks ini, kalibrasi sieve shaker menjadi bagian penting dari sistem jaminan mutu laboratorium.

d. Mengurangi resiko keputusan teknis yang salah

Apabila data yang digunakan tidak akurat, maka risiko kesalahan dalam produksi, perencanaan, maupun pengendalian mutu akan semakin besar. Oleh karena itu, kalibrasi sieve shaker berperan langsung dalam menjaga keandalan keputusan teknis.

Parameter yang Diperiksa dalam Kalibrasi Sieve Shaker

Dalam kalibrasi sieve shaker, yang diperiksa bukan hanya apakah alat masih dapat berfungsi, tetapi apakah kinerjanya masih sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Beberapa hal utama yang biasanya diperiksa adalah:

  • Waktu pengayakan (timer accuracy)
    Ketepatan waktu sangat berpengaruh terhadap hasil analisis ayakan. Perbedaan beberapa detik saja dapat memengaruhi jumlah partikel yang berhasil lolos atau tertahan pada saringan tertentu, terutama untuk material dengan ukuran partikel halus.
  • Frekuensi dan kecepatan getaran
    Frekuensi getaran menentukan intensitas pergerakan partikel selama proses pengayakan. Jika frekuensi terlalu rendah, partikel tidak terdistribusi dengan baik. Sebaliknya, frekuensi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan partikel meloncat dan berpindah ayakan secara tidak terkendali.
  • Amplitudo atau besar gerakan
    Amplitudo menggambarkan sejauh mana ayakan bergerak pada setiap siklus getaran. Nilai amplitudo yang tidak sesuai dapat menyebabkan efisiensi pemisahan partikel menurun. Dalam kalibrasi sieve shaker, amplitudo biasanya diperiksa menggunakan alat ukur getaran atau sensor khusus.
  • Keseragaman gerakan dan kestabilan dudukan
    Gerakan ayakan harus seragam dan tidak miring. Dudukan ayakan yang tidak stabil dapat menyebabkan beban tidak merata, sehingga partikel lebih mudah terkonsentrasi di satu sisi. Kondisi ini berpotensi menghasilkan distribusi ukuran yang tidak representatif.
  • Kondisi mekanis pendukung
    Selain parameter utama, teknisi juga akan memeriksa kondisi motor penggerak, sistem penjepit ayakan, serta komponen transmisi. Meskipun tidak selalu masuk dalam data kalibrasi kuantitatif, kondisi mekanis sangat memengaruhi keandalan kinerja alat.

Prosedur Umum Kalibrasi Sieve Shaker di Laboratorium

Secara umum, prosedur kalibrasi sieve shaker dilakukan melalui beberapa tahapan sistematis agar hasilnya dapat terdokumentasi dengan baik. Berikut adalah tahapannya:

a. Persiapan alat dan lingkungan

Sebelum kalibrasi dimulai, sieve shaker dibersihkan dari sisa material, debu, dan kotoran. Alat ditempatkan pada permukaan yang rata dan stabil, serta dibiarkan dalam kondisi lingkungan laboratorium yang steril.

b. Pemeriksaan kondisi fisik

Teknisi akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi rangka, dudukan ayakan, sistem penjepit, kabel listrik, serta komponen penggerak. Langkah ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kerusakan mekanis yang dapat memengaruhi proses kalibrasi.

c. Pengukuran parameter utama

Parameter seperti waktu, frekuensi getaran, dan amplitudo diukur menggunakan alat ukur yang telah dikalibrasi dan tertelusur ke standar nasional atau internasional. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan nilai referensi yang ditetapkan oleh pabrikan maupun standar pengujian.

d. Penyesuaian (adjustment) jika diperlukan

Apabila ditemukan penyimpangan di luar batas toleransi, dilakukan penyesuaian pada sistem pengaturan sieve shaker. Setelah penyesuaian, pengukuran ulang dilakukan untuk memastikan parameter sudah kembali berada dalam rentang yang seharusnya.

e. Dokumentasi dan penerbitan sertifikat

Seluruh hasil pengukuran dicatat dalam laporan kalibrasi. Laporan ini biasanya mencantumkan identitas alat, metode pengukuran, nilai hasil kalibrasi, ketidakpastian pengukuran, serta status kelayakan alat.

Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Kalibrasi Sieve Shaker?

Penentuan waktu kalibrasi sieve shaker sebaiknya disesuaikan dengan kondisi penggunaan di masing-masing laboratorium. Namun, secara umum terdapat beberapa kondisi yang menjadi acuan. Berikut adalah waktu yang tepat untuk kalibrasi:

a. Kalibrasi secara berkala

Sebagian besar laboratorium menetapkan jadwal kalibrasi setiap enam bulan atau satu tahun sekali, tergantung dari tingkat pemakaian alat. Semakin sering sieve shaker digunakan, semakin besar kemungkinan terjadi perubahan kinerja.

b. Setelah perbaikan atau penggantian bagian alat

Apabila sieve shaker mengalami perbaikan atau penggantian komponen penting, kalibrasi ulang perlu dilakukan untuk memastikan kinerjanya tetap sesuai.

c. Setelah alat dipindahkan

Pemindahan alat, terutama antar lokasi atau antar gedung, dapat memengaruhi posisi dan keseimbangan bagian dalam alat. Oleh karena itu, kalibrasi sebaiknya dilakukan kembali setelah alat dipasang di lokasi baru.

d. Ketika hasil pengujian mulai tidak wajar

Jika teknisi menemukan hasil ayakan yang sulit diulang atau berbeda jauh dari hasil sebelumnya, maka kalibrasi perlu segera dilakukan sebagai langkah penelusuran penyebab.

e. Untuk memenuhi persyaratan audit

Dalam kegiatan penilaian mutu laboratorium, status kalibrasi alat menjadi salah satu hal yang diperiksa. Sieve shaker yang masa kalibrasinya sudah habis sebaiknya tidak digunakan untuk pengujian resmi.

Kesimpulan

Kalibrasi sieve shaker memiliki peran besar dalam menjaga ketepatan data, kestabilan hasil pengujian, serta keabsahan proses pengukuran di laboratorium. Melalui pemeriksaan ketepatan waktu, jumlah dan besar getaran, laboratorium dapat memastikan bahwa sieve shaker masih bekerja sesuai ketentuan.

Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penawaran harga produk & jasa kalibrasi sieve shaker terbaik dan berkualitas tinggi.

PT. Samudra Teknik Solusindo

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *