Dalam proyek geoteknik modern, akurasi data lapangan menjadi dasar utama untuk menjamin keselamatan pekerjaan, serta keberhasilan pengendalian resiko selama proses konstruksi. Struktur seperti dinding penahan tanah, timbunan, terowongan, dan pondasi selalu berinteraksi langsung dengan tanah di sekitarnya yang sifatnya tidak seragam dan dapat berubah seiring waktu. Oleh karena itu, pemantauan kondisi tanah menjadi kebutuhan penting dalam setiap tahapan pekerjaan, terutama melalui penggunaan alat ukur tekanan tanah yang dikenal sebagai pressure cell.

Masih banyak permasalahan pada pekerjaan geoteknik yang terjadi akibat perbedaan antara perhitungan desain dan kondisi tekanan tanah yang sebenarnya di lapangan. Untuk mengurangi resiko tersebut, sistem pemantauan lapangan perlu diterapkan secara terencana.

Apa Itu Pressure Cell dan Fungsinya dalam Geoteknik

Pressure cell adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui besarnya tekanan tanah atau tekanan kontak antara tanah dengan suatu struktur. Dalam pekerjaan geoteknik, alat ini dipasang di dalam tanah atau di antara tanah dan struktur bangunan untuk mencatat tekanan yang terjadi selama pekerjaan berlangsung maupun setelah bangunan selesai dibangun.

Secara sederhana, pressure cell dapat diartikan sebagai “sensor tekanan” yang dirancang khusus untuk lingkungan tanah. Alat ini mampu merekam perubahan tekanan akibat penimbunan, penggalian, beban bangunan, maupun pergerakan tanah.

Fungsi utama alat dalam proyek geoteknik antara lain:

  • Mengukur tekanan tanah di belakang dinding penahan
  • Mengukur tekanan vertikal timbunan terhadap tanah dasar
  • Mengetahui tekanan kontak antara pondasi dan tanah
  • Memantau tekanan tanah pada terowongan dan bangunan bawah tanah
  • Mengetahui penyebaran beban pada struktur bawah permukaan

Mengapa Monitoring Tekanan Tanah Sangat Penting?

Monitoring tekanan tanah menggunakan pressure cell memiliki peran yang sangat penting dalam menjamin keamanan dan keberhasilan proyek geoteknik. Berikut beberapa alasan utamanya:

  1. Mengetahui kesesuaian antara desain dan kondisi lapangan
    Perhitungan tekanan tanah dalam perencanaan biasanya dibuat berdasarkan data penyelidikan tanah dan rumus teknik tertentu.
  2. Mendeteksi masalah sejak awal
    Kenaikan tekanan tanah yang tidak wajar dapat menjadi tanda awal adanya masalah, seperti pergerakan tanah, penurunan tanah yang berlebihan, atau beban konstruksi yang terlalu besar.
  3. Mendukung pengambilan keputusan selama konstruksi
    Dalam banyak proyek geoteknik, metode pekerjaan sering disesuaikan dengan kondisi lapangan yang terus berubah. Data dari alat dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, misalnya untuk menyesuaikan tahapan penimbunan, metode penggalian, dan lainnya.
  4. Mengurangi resiko kegagalan struktur
    Tekanan tanah yang melebihi batas rencana dapat meningkatkan resiko retak, pergeseran, bahkan runtuhnya struktur. Monitoring alat membantu memastikan bahwa tekanan yang bekerja masih berada dalam batas aman.
  5. Menjadi bukti teknis dalam pengendalian mutu
    Data hasil monitoring dapat digunakan sebagai catatan teknis bahwa pekerjaan telah dikontrol sesuai rencana. Hal ini sangat bermanfaat dalam proses evaluasi proyek, dan audit teknis.

Cara Kerja Pressure Cell dalam Sistem Monitoring Geoteknik

Secara umum, pressure cell bekerja dengan cara menerima tekanan dari tanah atau struktur, kemudian mengubah tekanan tersebut menjadi sinyal yang dapat dibaca oleh alat pencatat data. Di lapangan, terdapat beberapa jenis alat yang paling sering digunakan. Berikut adalah beberapa jenisnya:

  1. Hydraulic pressure cell
    Tipe ini bekerja dengan cara menekan bagian sensor sehingga tekanan di dalam cairan ikut berubah. Perubahan ini kemudian dibaca oleh alat pengukur.
  2. Vibrating wire pressure cell
    Tipe ini bekerja dengan cara memengaruhi tegangan kawat di dalam sensor, kemudian perubahan tersebut diterjemahkan menjadi nilai tekanan.
  3. Strain gauge pressure cell
    Tipe ini adalah sensor yang membaca perubahan bentuk sangat kecil pada bagian logam akibat tekanan.

Walaupun teknologi di dalamnya berbeda, prinsip kerjanya tetap sama, yaitu mengubah tekanan fisik menjadi data yang dapat direkam. Dalam sistem monitoring geoteknik, alat biasanya dihubungkan dengan alat pencatat data otomatis. Alur kerjanya dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Tekanan tanah bekerja pada permukaan alat.
  2. Sensor mengubah tekanan tersebut menjadi sinyal.
  3. Sinyal dikirim ke alat pencatat data.
  4. Data disimpan dan dapat ditampilkan dalam bentuk grafik atau tabel.
  5. Data dianalisis untuk mengetahui perkembangan tekanan dari waktu ke waktu.

Tahapan Instalasi Pressure Cell untuk Proyek Geoteknik

Akurasi data pressure cell sangat bergantung pada cara pemasangannya. Instalasi yang kurang tepat dapat menyebabkan data menjadi tidak mewakili kondisi sebenarnya. Oleh karena itu, pemasangan harus dilakukan dengan prosedur yang benar. Berikut adalah tahapan instalasinya:

  1. Penentuan titik pemasangan
    Titik pemasangan pressure cell ditentukan sesuai tujuan pemantauan, misalnya di belakang dinding penahan tanah, di bawah timbunan, di bawah plat pondasi, atau di sekitar terowongan. Lokasi ini harus mewakili area yang dianggap paling penting untuk dimonitoring.
  2. Persiapan permukaan tanah
    Permukaan tanah tempat sensor akan diletakkan harus diratakan dan dibersihkan dari batuan kasar atau benda keras. Pada beberapa kondisi, digunakan lapisan pasir halus agar tekanan dapat diteruskan secara merata ke permukaan sensor.
  3. Pemasangan sensor
    Pressure cell diletakkan sesuai arah tekanan yang ingin diukur. Kabel sensor harus diarahkan dengan rapi dan diberi pelindung agar tidak rusak saat proses penimbunan atau pengecoran berlangsung.
  4. Penimbunan atau pengecoran secara bertahap
    Setelah sensor terpasang, material timbunan atau beton diletakkan secara bertahap. Proses ini dilakukan dengan hati-hati agar posisi sensor tidak bergeser.
  5. Pemeriksaan awal
    Sebelum digunakan untuk pemantauan rutin, dilakukan pembacaan awal untuk memastikan bahwa sensor bekerja dengan baik dan tidak mengalami gangguan.
  6. Penghubungan dengan sistem pemantauan
    Pressure cell dihubungkan ke alat pencatat data dan sistem pemantauan. Selanjutnya dilakukan pengecekan kembali terhadap sinyal dan hasil pembacaan.

Contoh Aplikasi Pressure Cell pada Proyek Geoteknik

Pressure cell dapat digunakan pada berbagai jenis pekerjaan geoteknik. Berikut beberapa contoh aplikasinya di lapangan:

a. Dinding penahan tanah dan basement

Pressure cell dipasang di belakang dinding penahan tanah atau dinding basement untuk memantau tekanan tanah yang bekerja pada struktur selama penggalian dan pembangunan berlangsung.

b. Timbunan jalan dan timbunan reklamasi

Pada pekerjaan timbunan di atas tanah lunak, pressure cell digunakan untuk memantau tekanan yang diterima tanah dasar akibat timbunan. Data ini biasanya digunakan bersama dengan alat pemantau penurunan tanah.

c. Terowongan dan bangunan bawah tanah

Pressure cell dipasang di antara lapisan pelindung terowongan dan tanah di sekitarnya untuk mengetahui besarnya tekanan tanah yang bekerja pada struktur terowongan.

Kesimpulan

Monitoring dan instalasi pressure cell memiliki peran yang sangat penting dalam proyek geoteknik. Melalui alat ini, tekanan tanah dan tekanan antara tanah dan struktur dapat diketahui secara langsung berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penawaran harga produk dan jasa monitoring & instalasi pressure cell terbaik dan berkualitas tinggi.

PT. Samudra Teknik Solusindo

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *