Dalam industri manufaktur, ketelitian pengukuran menjadi hal yang sangat penting. Sedikit saja perbedaan ukuran bisa berakibat pada kesalahan besar dalam perakitan atau performa produk. Untuk itulah diperlukan alat ukur presisi, salah satunya adalah height gauge.
Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu height gauge, fungsinya dalam industri manufaktur, cara kerjanya, serta mengapa alat ini perlu dikalibrasi secara rutin.
Apa Itu Height Gauge?
Height gauge adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tinggi suatu benda atau jarak vertikal dari permukaan datar ke titik tertentu pada benda kerja. Permukaan datar ini biasanya disebut surface plate. Alat ini memiliki bagian dasar yang kokoh, tiang vertikal sebagai penunjuk tinggi, dan lengan pengukur yang bisa digerakkan naik-turun.

Ada beberapa jenis height gauge, seperti:
- Type vernier (manual), menggunakan skala nonius untuk membaca ukuran.
- Type dial, menggunakan jarum penunjuk seperti jam agar pembacaan lebih mudah.
- Type digital, menampilkan hasil pengukuran secara langsung pada layar digital dan sering kali dilengkapi fitur penyimpanan atau pengiriman data ke komputer.
Selain mengukur ketinggian, alat ini juga sering digunakan untuk menandai posisi garis atau titik pada benda kerja sebelum diproses lebih lanjut di mesin.
Fungsi Utama Height Gauge dalam Industri Manufaktur
Height gauge memiliki banyak fungsi penting dalam proses produksi, mulai dari pengukuran ketinggian, penandaan, hingga pemeriksaan kualitas produk. Berikut adalah fungsi lainnya:
1. Mengukur Ketinggian Komponen
Fungsi utama dari alat ini adalah untuk mengukur tinggi suatu bagian dari benda kerja terhadap permukaan referensi. Dalam pembuatan komponen mesin seperti poros, dudukan, atau plat logam, alat ini membantu memastikan setiap bagian berada pada ukuran yang sesuai. Dengan demikian, hasil akhir produk menjadi lebih presisi dan sesuai standar desain.
2. Menandai Titik atau Garis Ukur
Selain untuk mengukur, benda ini juga digunakan untuk membuat tanda pada benda kerja sebagai panduan pemotongan atau pengeboran. Bagian ujung pengukur (disebut scriber) bisa digunakan untuk menggambar garis pada permukaan logam dengan tingkat ketelitian tinggi.
3. Pemeriksaan dan Kontrol Kualitas
Alat ini juga berfungsi penting dalam tahap inspeksi produk. Di bagian kontrol kualitas, alat ini digunakan untuk memastikan bahwa ukuran suatu komponen sesuai dengan gambar kerja atau spesifikasi yang diinginkan. Model digital biasanya dilengkapi fitur penyimpanan data, sehingga hasil pengukuran bisa langsung dicatat dan dianalisis tanpa resiko salah input.
4. Menentukan Titik Acuan di Mesin Produksi
Dalam proses penyetelan mesin, alat ini sering digunakan untuk menentukan posisi awal atau ketinggian acuan alat potong. Dengan begitu, pengaturan mesin bisa dilakukan secara cepat dan akurat, terutama untuk pekerjaan berulang seperti produksi massal.
Bagaimana Cara Kerja Height Gauge?
Secara sederhana, alat ini bekerja dengan menggerakkan bagian pengukur naik dan turun di sepanjang tiang vertikal. Nilai tinggi benda kemudian dibaca dari skala atau layar digital pada alat.

Berikut aadalah langkah-langkah penggunaan alat:
- Pastikan permukaan rata (surface plate) bersih dan bebas debu. Kotoran kecil bisa memengaruhi hasil pengukuran.
- Atur titik nol. Letakkan scriber pada permukaan datar dan atur angka pada alat ke nol. Untuk model digital, cukup tekan tombol “zero”.
- Letakkan benda kerja di atas permukaan datar. Pastikan posisi benda stabil dan tidak bergeser.
- Geser pengukur hingga menyentuh titik yang akan diukur. Gunakan pengatur halus (fine adjustment) agar posisi benar-benar presisi.
- Baca hasil pengukuran. Nilai tinggi akan muncul di skala atau layar. Untuk model digital, data dapat disimpan atau dikirim ke komputer.
Pentingnya Kalibrasi Height Gauge
Seiring waktu, alat dapat mengalami perubahan kecil pada sistem pengukurannya karena pemakaian rutin, benturan, atau perubahan suhu. Hal ini dapat menyebabkan hasil pengukuran menjadi tidak akurat. Maka dari itu dibutuhkan lah proses kalibrasi untuk memastikan alat masih bekerja dengan benar dan hasil pengukurannya dapat dipercaya.
Kapan Height Gauge Perlu Dikalibrasi?
Waktu kalibrasi bisa berbeda-beda tergantung seberapa sering alat digunakan. Secara umum, height gauge sebaiknya dikalibrasi setiap 6 hingga 12 bulan sekali. Namun, jika alat digunakan secara sering atau dalam lingkungan yang tidak stabil (seperti suhu ekstrim atau getaran tinggi), kalibrasi bisa dilakukan lebih sering.
Kesimpulan
Height gauge merupakan alat penting dalam industri manufaktur karena dapat digunakan untuk mengukur tinggi, menandai posisi, dan memeriksa kualitas produk dengan akurat. Agar alat ini tetap berfungsi dengan baik, perlu dilakukan perawatan dan kalibrasi secara rutin. Dengan begitu, hasil pengukuran akan tetap tepat, konsisten, dan dapat dipercaya.
Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penawaran produk Height Gauge dan Jasa Kalibrasi Height Gauge berkualitas tinggi.
