Dalam dunia teknik listrik, instalasi bangunan, hingga perawatan peralatan industri, keakuratan alat ukur menjadi faktor yang sangat menentukan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Multimeter digunakan setiap hari untuk memastikan nilai tegangan, arus, dan hambatan berada dalam kondisi yang benar, sehingga kesalahan kecil dalam pengukuran dapat berdampak besar pada sistem. Karena itu, pemahaman tentang pentingnya kalibrasi multimeter menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.
Pertanyaan tentang kapan multimeter digital dan analog perlu dikalibrasi sering muncul, khususnya ketika alat masih terlihat berfungsi normal. Melalui artikel ini, kita akan membahas pengertian multimeter, perbedaan jenis analog dan digital, alasan pentingnya kalibrasi, serta tanda-tanda yang menunjukkan alat multimeter harus segera dikalibrasi.
Apa Itu Multimeter?
Multimeter adalah alat ukur listrik multifungsi yang digunakan untuk mengukur beberapa parameter kelistrikan dalam satu perangkat. Parameter yang paling sering diukur diantaranya seperti tegangan listrik (AC dan DC), Arus listrik, dan Hambatan atau resistansi.
Secara prinsip, multimeter bekerja dengan membandingkan sinyal listrik yang masuk dengan referensi internal di dalam rangkaian alat. Referensi ini bisa berubah akibat:
- penuaan komponen elektronik,
- pengaruh suhu dan kelembapan,
- guncangan mekanis,
- serta pemakaian yang intensif.
Inilah alasan utama mengapa multimeter, baik digital maupun analog, tidak bisa dilepaskan dari proses kalibrasi berkala.
Perbedaan antara Multimeter Analog dan Digital
Sebelum membahas jadwal kalibrasi, penting untuk memahami karakteristik dua jenis multimeter yang paling umum digunakan, yaitu multimeter analog dan multimeter digital.

a. Multimeter Analog
Multimeter analog menggunakan jarum penunjuk dan skala cetak sebagai tampilan hasil pengukuran. Perubahan nilai listrik akan menggerakkan jarum melalui mekanisme galvanometer.
Karakteristik utama multimeter analog antara lain:
- Tampilan berupa skala dan jarum
- Lebih peka terhadap fluktuasi kecil
- Cocok untuk mengamati perubahan sinyal secara visual
- Rentan terhadap kesalahan pembacaan (parallax error)
Karena menggunakan komponen mekanik dan pegas, multimeter analog relatif lebih mudah mengalami pergeseran titik nol akibat getaran, benturan, dan perubahan posisi penyimpanan.
b. Multimeter Digital
Multimeter digital menampilkan hasil pengukuran dalam bentuk angka pada layar LCD atau LED. Sinyal analog dari probe akan diubah menjadi data digital oleh rangkaian internal.
Ciri utama multimeter digital adalah:
- Tampilan angka yang lebih mudah dibaca
- Resolusi dan akurasi lebih tinggi
- Dilengkapi fitur tambahan seperti data hold, auto range, hingga logging
- Lebih stabil terhadap kesalahan pembacaan visual
Perbedaan dari sudut pandang kalibrasi
Dari sisi kalibrasi, perbedaan utama terletak pada sumber penyimpangan:
- Multimeter analog lebih rentan terhadap perubahan mekanik dan penyetelan nol.
- Multimeter digital lebih rentan terhadap drift referensi elektronik dan konversi analog-ke-digital.
Mengapa Kalibrasi Multimeter Itu Penting?
Kalibrasi adalah proses membandingkan hasil pengukuran suatu alat dengan standar acuan yang tertelusur (traceable) ke standar nasional atau internasional. Berikut adalah alasan mengapa kalibrasi multimeter itu penting:
- Menjaga keakuratan hasil pengukuran
Kalibrasi multimeter merupakan proses pembandingan hasil ukur alat dengan standar acuan yang tertelusur, sehingga nilai yang dihasilkan benar-benar menggambarkan besaran listrik yang diukur. Dalam penggunaanya, ketertelusuran pengukuran mengacu pada sistem standar internasional yang salah satunya melalui standar kompetensi laboratorium ISO/IEC 17025. - Mendukung keselamatan kerja
Multimeter yang tidak terkalibrasi beresiko menampilkan nilai yang lebih rendah atau lebih tinggi dari kondisi sebenarnya. Kesalahan pembacaan ini dapat menyebabkan meningkatknya potensi terjadinya korsleting, kerusakan peralatan, maupun kecelakaan kerja. - Menjamin validitas data dan laporan pengujian
Hasil pengukuran multimeter kerap digunakan sebagai bagian dari laporan instalasi, pemeriksaan rutin, hingga dokumen commissioning. Tanpa bukti kalibrasi yang sah, data tersebut dapat dianggap tidak valid. - Menjamin validitas data dan laporan pengujian
Hasil pengukuran multimeter kerap digunakan sebagai bagian dari laporan instalasi, pemeriksaan rutin, hingga dokumen commissioning. Tanpa bukti kalibrasi yang sah, data tersebut dapat dianggap tidak valid.
Tanda-Tanda Kalibrasi Multimeter Harus Dilakukan
Pertanyaan berikutnya adalah, kapan kalibrasi multimeter digital dan analog harus dilakukan? Selain jadwal rutin, terdapat sejumlah indikator teknis yang menjadi tanda bahwa kalibrasi sudah tidak bisa ditunda. Beberapa tanda diantaranya adalah:

1. Hasil pengukuran berbeda dengan alat pembanding
Perbedaan hasil ukur yang cukup signifikan saat satu titik pengukuran diuji menggunakan dua multimeter yang berbeda merupakan indikasi kuat adanya penyimpangan. Apabila selisih tersebut berada di luar toleransi spesifikasi alat, maka kalibrasi perlu segera dilakukan untuk memastikan alat mana yang masih memiliki akurasi sesuai.
2. Pernah terjatuh atau mengalami benturan
Benturan fisik dapat menggeser komponen internal, merusak jalur rangkaian, atau memengaruhi mekanisme jarum pada multimeter analog. Meskipun alat masih terlihat berfungsi normal, kondisi ini tetap beresiko terhadap keakuratan pengukuran.
3. Jarum tidak kembali ke nol pada multimeter analog
Pada multimeter analog, jarum penunjuk yang tidak kembali tepat ke posisi nol saat tidak ada input merupakan tanda bahwa sistem mekanik telah bergeser. Penyetelan nol secara manual hanya bersifat koreksi tampilan, bukan jaminan bahwa seluruh rentang pengukuran masih akurat.
4. Tampilan angka tidak stabil pada multimeter digital
Gejala seperti angka yang berubah-ubah tanpa perubahan sinyal, hasil pengukuran yang tidak konsisten ketika diulang, atau lonjakan nilai secara tiba-tiba dapat menunjukkan gangguan pada referensi internal maupun rangkaian konversi.
Kesimpulan
Secara umum, kalibrasi multimeter perlu dilakukan secara berkala. Biasanya setiap 12 bulan, setelah alat mengalami benturan, ataupun ketika alat menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Multimeter analog lebih rentan terhadap perubahan mekanik, sedangkan multimeter digital lebih rentan terhadap drift elektronik, namun keduanya sama-sama membutuhkan kalibrasi untuk menjaga keakuratan.
Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penawaran harga jasa kalibrasi multimeter digital & jasa kalibrasi multimeter analog terbaik dan berkualitas tinggi.


