Dalam berbagai bidang seperti laboratorium, industri pengolahan air, makanan dan minuman, hingga pertanian modern, akurasi pengukuran pH memegang peran yang sangat penting. Kesalahan pembacaan pH sekecil apa pun dapat berdampak langsung terhadap mutu produk, keamanan proses, serta keakuratan data pengujian. Oleh karena itu, kalibrasi pH meter bukan sekadar prosedur tambahan, melainkan bagian penting dari sistem pengendalian mutu.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas secara lengkap mulai dari alasan pentingnya kalibrasi, tanda-tanda alat perlu dikalibrasi ulang, hingga waktu yang paling tepat untuk melakukan kalibrasi pH meter agar hasil pengukuran tetap akurat.

Mengapa Kalibrasi pH Meter Perlu Dilakukan Secara Berkala?

pH meter adalah alat ukur elektronik yang digunakan untuk menentukan tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan dengan membaca beda potensial listrik antara elektroda pengukur dan elektroda referensi. Nilai pH yang ditampilkan merupakan hasil konversi sinyal listrik dari sensor menjadi angka digital yang menggambarkan kondisi larutan.

Kalibrasi pH meter perlu dilakukan secara berkala karena karakteristik elektroda akan berubah seiring waktu, baik akibat pemakaian, penuaan material, maupun pengaruh lingkungan pengukuran. Elektroda pH bekerja berdasarkan lapisan membran kaca yang sangat sensitif terhadap ion hidrogen.

Tanda-Tanda pH Meter Harus Dikalibrasi Ulang

Ada beberapa tanda teknis yang menunjukkan bahwa pH meter sudah seharusnya dikalibrasi ulang. Mengenali tanda-tanda ini sangat penting untuk mencegah penggunaan data yang keliru.

Beberapa indikator umum yang perlu diperhatikan diantaranya:

  1. Hasil pengukuran tidak stabil
    Angka pH yang terus berubah atau sulit mencapai kondisi stabil meskipun elektroda sudah berada dalam larutan yang homogen menunjukkan bahwa respon elektroda mulai menurun. Hal ini sering disebabkan oleh lapisan membran yang terkontaminasi atau perubahan karakteristik elektroda.
  2. Nilai pH menyimpang dari larutan standar
    Ketika pH meter digunakan untuk mengukur larutan buffer standar, misalnya buffer pH 4,00 atau pH 7,00, namun hasil yang terbaca menyimpang cukup jauh dari nilai referensi, maka kalibrasi ulang wajib dilakukan.
  3. Proses kalibrasi gagal atau sulit diselesaikan
    Apabila alat sering menampilkan pesan error, tidak dapat mengenali larutan buffer, atau tidak bisa menyimpan titik kalibrasi, hal tersebut mengindikasikan adanya masalah pada sistem pengukuran.
  4. Respon pengukuran menjadi lambat
    Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pembacaan stabil semakin lama dibandingkan kondisi normal. Ini sering terjadi ketika permukaan elektroda tertutup residu kimia, minyak, atau endapan tertentu.

Seberapa Sering Kalibrasi pH Meter Harus Dilakukan?

Frekuensi kalibrasi pH meter sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja, jenis sampel, dan tingkat ketelitian yang dibutuhkan. Namun, secara umum, praktik yang direkomendasikan dalam banyak sistem manajemen mutu adalah sebagai berikut.

a. Penggunaan laboratorium dengan kebutuhan akurasi tinggi

Untuk laboratorium pengujian, laboratorium penelitian, atau laboratorium kendali mutu, kalibrasi pH meter sebaiknya dilakukan setiap hari sebelum digunakan. Hal ini sejalan dengan prinsip pengendalian peralatan ukur yang diterapkan dalam sistem laboratorium terakreditasi. Kalibrasi harian bertujuan untuk memastikan bahwa perubahan karakteristik elektroda dari hari ke hari dapat segera terdeteksi.

b. Penggunaan rutin di industri

Pada industri pengolahan air, makanan dan minuman, atau farmasi, kalibrasi umumnya dilakukan setiap awal shift, atau minimal satu kali dalam sehari, terutama jika pH menjadi parameter penting dalam pengendalian proses.

c. Penggunaan lapangan atau lingkungan ekstrim

Untuk pengukuran di lapangan, seperti pemantauan kualitas air sungai, kolam, atau limbah, kalibrasi perlu dilakukan lebih sering. Kondisi suhu, kelembapan, dan tingkat kontaminasi yang tinggi dapat mempercepat penurunan performa elektroda.

Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Kalibrasi pH Meter?

Selain seberapa sering, pertanyaan yang tidak kalah penting adalah kapan waktu terbaik untuk melakukan kalibrasi pH meter. Waktu kalibrasi yang tepat akan sangat mempengaruhi data pengukuran.

Berikut adalah beberapa waktu yang tepat untuk kalibrasi pH meter:

  1. Sebelum memulai rangkaian pengukuran penting
    Kalibrasi sebaiknya dilakukan tepat sebelum rangkaian pengujian dimulai, terutama jika hasil pH akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan teknis, seperti pengaturan dosis bahan kimia, pelepasan limbah, atau penentuan kelayakan produk.
  2. Setelah pH meter lama tidak digunakan
    Elektroda yang disimpan dalam waktu lama cenderung mengalami perubahan kondisi pada membran kaca dan sistem referensinya. Walaupun secara fisik tidak terlihat rusak, karakteristik responnya bisa berubah.
  3. Setelah elektroda dibersihkan atau diganti
    Pembersihan elektroda menggunakan larutan khusus dapat memengaruhi lapisan permukaan sensor. Demikian pula saat elektroda diganti dengan yang baru, karakteristik sensitivitasnya tentu berbeda dari elektroda sebelumnya.
  4. Setelah pengukuran sampel dengan karakteristik ekstrim
    Larutan dengan pH sangat rendah atau sangat tinggi, larutan dengan suhu tinggi, atau larutan yang mengandung bahan kimia agresif dapat mempercepat degradasi elektroda. Dalam kondisi seperti ini, kalibrasi sebaiknya dilakukan segera setelah pengukuran selesai.

Kesimpulan

Kalibrasi diperlukan secara berkala karena karakteristik elektroda pH akan berubah seiring waktu, pemakaian, serta kondisi lingkungan. Tanda-tanda seperti pembacaan yang tidak stabil, hasil yang menyimpang dari larutan standar, dan respon yang lambat merupakan sinyal kuat bahwa pH meter sudah harus dikalibrasi ulang.

Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penawaran harga produk & jasa kalibrasi pH meter terbaik dan berkualitas tinggi.

PT. Samudra Teknik Solusindo

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *